Sarana dan Prasarana Perpustakaan

Oleh : Drs. Tulus Widodo*

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, pelestarian, informasi, dan rekreasi.

Sebagai sebuah institusi, perpustakaan tidak berbeda dengan institusi yang lain yang tentu saja membutuhkan sarana dan prasarana untuk menunjang keberlangsungan institusi tersebut, yang membedakan denan institusi lain bagi perpustakaan terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana adalah bahwa perpustakaan memiliki fungsi pendidikan, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi pemustaka.

Adapun yang dimaksud dengan sarana dan prasarana bagi sebuah perpustakaan meliputi gedung, perabot, dan peralatan. Prasarana perpustakaan adalah fasilitas yang mendasar/ penunjang utama terselenggaranya perpustakaan antara lain berupa lahan dan bangunan atau ruang perpustakaan. Sedangkan sarana perpustakaan adalah peralatan atau perabot yang diperlukan untuk mempermudah pelaksanaan tugas perpustakaan antara lain berupa peralatan ruang pengolahan, peralatan ruang koleksi, peralatan ruang pelayanan, peralatan akses informasi, dll.

Dalam artikel ini akan kami bahas mengenai gedung perpustakaan.

Perpustakaan sebagai lembaga unit/jasa, sudah semestinya memiliki prasarana kerja yang cukup dan permanen. Untuk memberikan optimalisasi kerja dan kepastian pelayanan, penempatan gedung atau ruang perpustakaan perlu dipertimbangkan sbb :

1.       Fungsi

Gedung atau ruang perpustakaan berfungsi sebagai :

a.       Tempat penyimpanan bahan pustaka

b.      Tempat aktivitas layanan perpustakaan

c.       Tempat bekerja petugas perpustakaan

2.       Lokasi

Lokasi gedung perpustakaan sebaiknya memenuhi persyaratan sbb :

  1. Berada di pusat gedung atau pusat lalu lintas orang sehingga mudah dicapai dan diketahui
  2. Berada di tempat yang tenang atau diatur sedemikian rupa sehingga para pengunjung tidak terganggu oleh suara atau kegaduhan di luar perpustakaan.
  3. Jika kedua sifat tersebut tidak mungkin diperoleh secara bersamaan, tempat yang mudah dicapai lebih penting daripada tempat yang tenang.

3.       Tata ruang

Ruangan perpustakaan perlu diatur dengan pendekatan sistem sehingga komposisi antara ruang koleksi, ruang baca, ruang pelayanan dan ruang kerja dapat serasi dan nyaman. Dengan pengaturan tersebu diharapkan :

  1. Aktivitas layanan perpustakaan dapat berlangsung dengan lancar
  2. Para pengunjung tidak saling mengganggu waktu bergerak dan belajar
  3. Memungkinkan sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari dalam ruangan
  4. Pengguna perpustakaan merasa betah dan nyaman serta mudah memperoleh informasi yang dibutuhkan
  5. Pengawasan dan pengamanan bahan pustaka dapat dilaksanan dengan baik.

4.       Dekorasi

  1. Dalam ruangan perlu dihiasi dengan tanaman dan poster-poster yang bersifat menyejukkan dan bernuansa informatif
  2. Cat ruangan dipilih yang tidak menyilaukan dan tidak suram
  3. Dekorasi ruangan sederhana, tidak berlebihan dan memberi daya tarik pengunjung untuk masuk ke dalam ruangan perpustakaan

5.       Penerangan

  1. Jika mungkin menggunakan cahaya matahari sebagai penerangan ruangan dengan catatan tidak langsung kena buku dalam koleksi, pantulan sinar benda bergerak di luar gedung tidak menganggu suasana ruangan
  2. Jika menggunakan sinar lampu listrik, pergunakan jenis lampu yang tidak menghasilkan sinar yang menyilaukan serta penempatannya diupayakan jatuh disela-sela rak atau menyilang di atas rak.

6.       Suhu udara dan kelembaban

  1. Ruangan perpustakaan diusahakan agar sejuk sehingga para pengunjung senang belajar di perpustakaan
  2. Suhu udara yang baik adalah 22 derajat celcius dengan kelembaban 45-50 persen
  3. Jika tidak dapat menggunakan alat penyejuk udara, di sekitar gedung atau ruangan perpustakaan ditanami dengan pepohonan, bunga-bunga dan rumput.

7.       Jenis ruangan

Jenis ruangan perpustakaan yang perlu disediakan tergantung pada misi dan aktivitas perpustakaan. Luas ruangan yang dibutuhkan tergantung dari jenis kegiatan/layanan perpustakaan, volume pekerjaan, jumlah karyawan dan pengunjung, serta jumlah koleksi perpustakaan. Minimal perpustakan harus memiliki ruang yang memberi kenyamanan pengunjung perpustakaan dalam membaca, kemudahan bergerak bagi petugas dalam menata koleksi, serta cukup menampung koleksi yang ada (tidak penuh sesak). Untuk memperlancar layanan perpustakaan serta meningkatkan kinerja/aktivitas kerja perpustakaan, pembagian dan penempatan ruangan perpustakaan sebaiknya diatur sedemikian rupa berdasarkan faktor keterkaitan hubungan kerja antar fungsi, transportasi bahan pustaka, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas manajemen. Jenis ruang koleksi yang minimal harus disediakan perpustakaan meliputi :

  1. Ruang penyimpanan koleksi bahan pustaka.
    1. Ruangan ini dipergunakan untuk menyimpan bahan pustaka yang lama dan memajang yang baru.
  1. Ruang penerbitan berkala
  2. Ruangan ini dipergunakan untuk memajang surat kabar dan majalah terbitan terbaru. Sedangkan untuk terbitan lama, penempatan koleksi surat kabar dipisahkan dari koleksi majalah.
  1. Ruangan alat pandang dengar
  2. Ruangan yang dibutuhkan meliputi ruangan untuk perangkat keras, koleksi, pelayanan, dan ruang kerja petugas.
  1. Ruang baca

Ruangan ini dipergunakan oleh pemakai perpustakaan untuk membaca dan belajar. Ruang baca sebaiknya ditempatkan dekat sumber cahaya atau jendela (agar masih berfungsi bila lampu mati) dan tidak di daerah lalu lintas pengunjung. Luas ruangan tergantung dari jumlah pemakai perpustakaan. Secara umum ruangan ini harus mampu menampung 10 persen dari jumlah pengunjung.

Ruangan ini dapat dibagi menjadi :

1)      Ruang baca

Ruang baca digunakan untuk membaca bahan pustaka. Ruangan ini luasnya dua pertiga dari seluruh luas ruang baca dan belajar.

2)      Ruang belajar

Ruang belajar digunakan untuk belajar. Ruangan ini dilengkapi dengan meja belajar (stud carrel.

3)      Ruang membaca santai (browsing)

Ruang ini digunakan untuk membaca koleksi perpustakaan yang bersifat santai seperti Koran, majalah popular, dan sebagainya.

  1. Ruang pengembangan dan pengolahan

Ruangan ini digunakan utuk aktivitas pengadaan dan pegolahan bahan pustaka, terdiri dari :

1)      Ruang kerja petugas

2)      Ruang bahan baru

3)      Ruang konservasi

  1. Ruang layanan pembaca

Ruangan ini dapat dibagi menjadi :

1)      Ruang rujukan

Ruangan ini digunakan untuk menyipan bahan rujukan, kartu catalog dan empat bekerja petugas. Luas ruangan ini tergantung dari jumlah koleksi bahan rujukan dan jumah petugasnya

2)      Ruang sirkulasi

Ruangan ini digunakan untuk melayani peminjaman dan pengembalian buku.Luas ruangan minimal cukup untuk meletakkan meja sirkulasi dan tempat bekerja dua orang petugas.

3)      Ruang pajang buku baru

Ruangan ini digunakan untuk memajang buku-buku baru.

  1. Ruang operasional perpustakaan

Ruangan ini digunakan untuk ruang kerja pustakawan dan kepala perpustakaan.

  1. Ruang serba guna

Ruangan ini digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya mendiskusikan suau topik tertentu, memutar film, dan sebagainya. Luas ruangan ini sedikitnya dapat menampung 20 orang.

  1. Toilet

Fasilitas ini perlu disediakan untuk memberikan kenyamanan pegawai maupun pengguna perpustakaan.

Sumber bacaan :

1.       UU nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan

2.       Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Khusus, Perpusnas RI

*)Kabid. Pelayanan dan Pelestarian Perpustakaan BPAD Prop. DIY

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: